Text
Kapten Bhukal
Kapten Bhukal adalah buku solo ke empat Arul Chandrana. Berbeda dengan buku-buku sebelumnya, kali ini Arul mengangkat tema perlindungan alam.
Novel ini menceritakan kisah seekor simpanse (Kapten Bhukal) yang terdampar di antara kawanan monyet hutan Bawean. Di tempat asing itu Bhukal dianggap aneh, mencurigakan, sekaligus berbahaya. Bhukal tidak bisa pergi ke tempat lain, dia membutuhkan kawanan untuk bertahan hidup. Maka apa yang harus dia lakukan agar diterima kawanan monyet hutan Bawean?
Di lain pihak, hutan Bawean sedang terancam kelestariannya. Para petani sedang gencar membuka lahan, wilayah hutan semakin berkurang, berubah menjadi lahan pertanian. Satwa Bawean semakin terdesak, kehilangan tempat tinggal dan kekurangan makanan. Tak ada yang bisa mereka lakukan selain menyingkir atau tewas saat menerobos ladang. Dengan senjata tajam dan anjing pemburu kejam, para petani berencana untuk memusnahkan semua satwa Bawean.
Tapi, hey, tunggu dulu! Apa gunanya simpanse kesasar itu wajahnya dipakai jadi cover buku kalau dia tidak ada gunanya buat kesejahteraan satwa? Gila aja! Nah, pada saat-saat genting itulah, ketika satu persatu kematian menjemput para satwa, baik jantan maupun betina, tua maupun muda, Kapten Ronaldo, eh maaf, maksud saya Kapten Bhukal, turun tangan memimpin semua hewan melakukan perlawanan. Semua hewan, yep, semua hewan. Termasuk babi hutan dan menjangan.
***
Ini novel yang besar, dia tidak sekedar menghadirkan cerita, dia tidak sekadar mengajak tertawa, lebih dari itu, dia ingin menguras isi dompetmu, eh, bukan, bwahahaha, maksud saya, novel ini hadir untuk mengajakmu mengerti dan peduli pada alam, pada satwa, pada keanekaragaman dan kekayaan hayati. Kalau bukan kita yang peduli pada negeri ini, masak nunggu Doraemon? #aruliterature #kaptenbhukal
Sumber : https://arulchandrana.wordpress.com/2016/09/11/resensi-novel-kapten-bhukal-the-battle-of-alas-tua/
Tidak tersedia versi lain